Van Gogh yang Nyata: Hujan Meteor Perseid

Kenal ‘The Starry Night’-nya si Van Gogh? Itu lho lukisan dari maestro Van Gogh yang menggambarkan turbulensi cahaya bintang di malam hari. Di lukisan itu langit malam digambarkan layaknya kanvas yang dialiri cahaya bintang. Cahaya tersebut meliuk, berputar, terlayah di gelap malam menjadikan gelap malam bagaikan festival. Konon katanya Van Gogh melukis itu saat sedang mengalami depresi di pusat perawatan mental di Saint Remy de Provence (Van Gogh memiliki keadaan mental yang tidak stabil). Ia terpesona dengan indahnya langit malam saat itu dan menuangkannya ke dalam kanvas. Nah, meskipun hanya lukisan, tetapi fenomena alam seperti ‘The Starry Night’ memang benar ada lho (Ah setidaknya mendekati)

Dan ini dia, Tuan dan Nyonya, Hujan Meteor Perseid!

meteor-perseid

Hujan meteor ini dinamakan Perseid karena ia berasal dari rasi bintang Perseus. Meteor ini terjadi ketika bumi melewati aliran meteor yang dikenal dengan nama awan perseid yang sebenarnya adalah residu dari ekor komet Swift-Tuttle. Mungkin dari banyaknya hujan meteor yang terlihat dari bumi, Perseids boleh dikatakan salah satu yang terindah dan mulai tampak dari 17 Juli – 24 Agustus. Selain itu waktu terlihatnya hujan meteor ini dirasa sangat pas. Saat kita memasuki masa liburan! Liburan apa lagi yang lebih romantis selain berbaring di bawah gemerlap hujan bintang? Keren tiada tara.

Untungnya di tahun 2015, di bagian bumi mana pun kita akan bisa melihat fenomena alam ini yang diestimasi akan terjadi pada 11, 12, 13 atau 14 agustus pada pagi hari (sebelum subuh). Jadi bagi yang berminat melihat jangan begadang larut malam melainkan tidurlah lebih cepat agar bisa bangun sangat pagi. Apabila waktunya tepat, kamu akan bisa melihat 50 atau lebih bintang jatuh tiap jamnya! Yang disebut waktu tepat selain kedatangan meteor ini sendiri adalah pada pagi hari itu tidak boleh ada bulan karena cahaya bulan dapat mengalahkan sinar meteor itu sendiri hingga akhirnya tidak terlihat. Eiit, tunggu dulu. Berita baiknya penyusutan bulan di tahun 2015 berlangsung sesaat sebelum matahari terbit. Jadi sinar bulan tak akan bercahaya di pagi hari. (2015 tahun hoki)

Lalu apa yang kita butuhkan untuk melihat hujan meteor perseid ini? Harus punya alat canggih? Tidak! Kita tak butuh teropong, teleskop atau mikroskop untuk dapat melihatnya. Kita bahkan tak perlu mengerti konstelasi bintang. Yang mutlak kita butuhkan adalah langit luas yang gelap dan memiliki kemampuan nokturnal. Tanpa gelap kita tak bisa melihat cahaya meteor ini dan tanpa langit luas mungkin kita hanya dapat melihatnya sekilas (padahal maksimal dapat berlangsung selama 20 menit) karena meteor ini datang keroyokan dari banyak arah yang berlainan.

Sudah dicatat kan jadwalnya? Hehehe. Meski begitu, bagi kita yang tinggal di kota-kota besar (baca: Jakarta) mungkin akan kesulitan untuk melihatnya. Karena pada umumnya kota-kota besar memiliki penerangan yang luar biasa terang dari gedung-gedung tinggi atau rumah-rumah penduduk. Cahaya dari gedung/rumah tersebut menghalangi cahaya dari langit bahkan seringkali bintang biasa saja tidak terlihat di langit kota besar. Setidaknya kita perlu usaha sedikit ke tempat-tempat yang tidak banyak penerangan untuk melihatnya atau menjadikan lingkungan kita gelap untuk sesaat.. Nikmati romantisme keindahan hujan meteor Perseid yang dijamin membekas seumur hidup!

Sumber:

http://reflektormagz.blogspot.com

indocropcircles.wordpress.com

earthsky.org

Advertisements

3 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s