Draft SMS: Ga Bisa Tidur

Ada yang tau akun draft sms yang biasanya muncul di Line? Saya salah satu penikmat akun draft SMS itu! Jujur saja, menarik membaca postingan seperti itu. Karena umumnya draft SMS itu dikelola mahasiswa, tema/kisah yang ada di sana amat dekat dengan kampus dan perkuliahan. Dan sepertinya saya merindukan suasana kampus :((

Selain temanya, tulisannya yang umumnya singkat serta format penyampaian yang unik menjadi daya tarik yang tersendiri bagi akun draft SMS ini.

Di bawah saya bikin draft ala-ala Semut Hitam lho! I don’t feel like myself at all…

Continue reading “Draft SMS: Ga Bisa Tidur”

Advertisements

Selamat Ulang Tahun yang ke-4 “Keep Writing, Fadel”

Izinkan saya mengucapkan, “yay!”, karena akhirnya blog ini sudah berumur 4 tahun. Hmm. Mau bilang “nggak berasa udah 4 tahun aja” rasanya salah. Karena 4 tahun tidaklah sebentar. Banyak yang sudah saya alami bersama blog ini. Empat tahun yang lewat tetaplah terasa.

Continue reading “Selamat Ulang Tahun yang ke-4 “Keep Writing, Fadel””

Kabar Teman Lama

Tiba-tiba halaman depan facebook terbuka. Pada kolom search, terketik nama teman lelaki zaman SMP dulu. Mata pun terfokus pada jumlah “teman” yang berjumlah ribuan itu. Tertegun, namun tetap maju. Menit berikutnya dimulailah penjelajahan nama-nama yang familier dalam daftar teman itu. Nama-nama yang pernah terasa dekat…

Entah karena kerasukan jin apa, kadang saya penasaran dengan teman-teman lama semasa sekolah dulu. Sesederhana ingin tau bagaimana rupa mereka atau bagaimana status sosialnya sekarang. Mungkin karena dulu sering berinteraksi lalu tak lagi mendengar kabarnya, jadi ingin tahu saja keadaannya sekarang.

Dan setiap kali mencari tahu kabar teman lama tersebut, selalu ada hal mengejutkan yang ditemukan

Misalnya teman-teman perempuan dulu.
Beberapa dari mereka ada yang menjadi semakin cantik, yang bisa saja membuat saya menyesal kenapa dulu tidak menjadi lelaki pemberani yang suka bermain wanita. Setidaknya jika saya bisa mempertahankan dan memupuk satu saja dari mereka sejak dulu, pasti akan untung berlipat saat ini. Hmm… Mungkin diksinya salah, bukan di situ intinya.

Lalu yang laki-laki. Beberapa teman memang mengalami perubahan drastis dari segi penampilan. Teman yang dulu bulet-buletnya mirip Doraemon sekarang malah jadi mirip Tulus. Teman yang dulunya kurus tipikal anak polos nggak suka makan sekarang malah jadi kurus tipikal pecandu narkoba. Bila saya pikir lagi, perubahan fisik memang wajar. Toh kondisi yang saya bayangkan adalah kondisi 10 tahun yang lalu dengan sekarang. Tetapi tetap saja. Melihat perubahan seperti itu membuat takjub.

Dari segi status sosial, saya terkaget kubro saat mengetahui begitu banyak teman seangkatan saya yang ternyata sudah menikah. Terlebih, banyak pula dari mereka yang ternyata sudah mengemong anak. Sudah tua saya mah (HAHA!). Memang selama ini saya kurang update perihal menikah teman seangkatan, mengingat minimnya saya berhubungan dengan mereka. Jadi wajar kalau kaget. Di luar itu, tetap ada yang tidak mengejutkan. Yaitu mereka yang memenuhi ekspektasi saya dulu: golongan-golongan yang istiqomah menjomblo. Golongan yang solid nan berjiwa korsa.

Cari info teman lama di medsos paling enak lewat facebook (menurut saya sih)

Di akhir penelusuran, kesimpulan yang dapat saya ambil selalu sama: bisa-bisanya mereka berubah sejauh itu sedangkan diri ini tidak banyak berubah hmm. Apa karena kita cenderung menilai diri sendiri selalu sama? Entahlah, itu soal lain. Yang penting, saya selalu senang dapat tahu kabar teman lama meski tak bertemu. Setidaknya melihat mereka baik-baik saja dengan kehidupan yang sekarang adalah pertanda baik. Saya pikir itulah salah satu kegunaan media sosial. Untuk mengabarkan bahwa kita baik-baik saja. Karena di luar sana, ada orang-orang yang ingin mengetahui bahwa kita baik-baik saja ;))

Banda Neira – Sampai Jadi Debu

Entah karena kerasukan apa saya sempat menulis postingan yang isinya cuma satu kalimat ini: Sampai Jadi debu

Postingan blog hanya sepanjang satu kalimat sudah cukup menggambarkan tingkat malas paripurna bagi mereka yang menulis blog. “Sing penting sudah menulis postingan ehe”. Menyedihkan memang.

Tetapi entahlah. Saya hanya pernah sekilas mengetahui judul lagu “Sampai Jadi Debu” milik Banda Neira, tanpa pernah mendengar lagu itu sendiri. Dan alasan saya menulis “Sampai Jadi Debu” hingga kini menjadi misteri. Apa ini yang namanya ikatan batin dengan sebuah lagu? Bahkan ketika belum mendengarnya sudah merasa dekat dengannya. Dengan judulnya tepatnya. Hmm.

Oke. Jadi saya baru mendengarnya baru-baru ini. Lagu Sampai Jadi Debu.

Continue reading “Banda Neira – Sampai Jadi Debu”

Kedip

Malam di mana aku kesulitan tertidur akan selalu ada. Oleh karenanya, malam di mana aku teringat pesanmu agar cepat tertidur juga selalu ada. Faktanya, aku bahkan mengingatnya sekarang. Mendengarkan bunyi detik jam katamu dapat membantu kita tidur

Menurutku itu lucu, karena aku semakin tidak bisa tidur saat mendengar tik-tok jam dinding. Tetapi aku menyadari sesuatu saat mendengar jarum detik jam dinding. Bahwa waktu selalu berjalan tak terhentikan. Tak peduli apa yang kita lakukan.

Oleh sebab itu, ia akan datang.

Waktu kita akan datang.

(Kedip)

Tidak Ada Lagi TID/Uang Saku untuk Mahasiswa Polstat STIS?

Ya. Betul. Dan berlaku juga untuk mahasiswi.

Per tahun 2019, tidak ada lagi Tunjangan Ikatan Dinas (TID) atau uang dinas atau uang saku yang diberikan tiap bulannya kepada mahasiswa/i Polstat STIS. TID terakhir diberikan pada tahun 2018. Sebagai alumnus sana, saya turut bersedih.

Saya dengar alasannya dikarenakan anggaran untuk TID STIS itu tidak lagi disetujui oleh Kementerian Keuangan. Alasan lain, katanya karena sampai tahun lalu seluruh sekolah/perguruan tinggi kedinasan tidak ada lagi yang menerima tunjangan dinas kecuali STIS. Akibatnya tunjangan dinas untuk STIS pun tidak disetujui. Sepertinya ada banyak kabar burung yang beredar tentang alasan dihentikannya TID di STIS, dan apa yang saya kemukakan sebelumnya adalah sedikit dari alasan/kabar burung tersebut. Lebih baik jangan mentah-mentah dipercaya alasan-alasan dalam paragraf ini. Continue reading “Tidak Ada Lagi TID/Uang Saku untuk Mahasiswa Polstat STIS?”

Februari untuk Nopal

Februari mungkin bulan yang membahagiakan bagi beberapa orang. Terkhusus untuk Febri, Febi, Febian, Febria, Febrio, Febrian, Febriana, Febriani, Febrida, Febriano, Febrianda, Febriandi, Febrianti, Febrianto, ataupun Feb Guardiola yang kemungkinan besar berulang tahun bulan ini. Dan meskipun sepupu saya tidak memiliki unsur Febri, Febi, Febian, Febria, Febrio, Febrian, Febriana, Febriani, Febrida, Febriano, Febrianda, Febriandi, Febrianti, Febrianto dalam namanya, bisa jadi Ia ikut berbahagia atas datangnya Februari. Apa alasannya? Alasannya karena ia akan menikah bulan Februari ini! (backsound: yaaaay!)

Nopal, sepupu saya yang akan menikah, adalah sepupu yang umurnya paling dekat dengan saya (hanya berbeda hitungan bulan). Karena kami tinggal berbeda pulau, kami jarang bertemu. Syukur-syukur bisa bertemu setahun sekali pada momen lebaran. Oleh sebab itu hubungan kami tidak terlalu dekat, namun juga tidak juga terlalu jauh. Sewaktu kecil, kami sempat duet khitan di rumahnya dulu. Sama-sama sependeritaan sepenanggungan, sama-sama menyimpan dendam ke tukang sunat kami yang kasar.

Nopal akan menikah hari ini (13 Februari 2019). Ia menikah dengan pacarnya sejak zaman SMA. Jadi bisa dibilang ia sudah seyakin-yakinnya dengan pilihannya. Terlebih setelah saya tahu bahwa ternyata calon istrinya adalah seorang calon dokter yang cantik jelita. Hmm…

Saya yakin ia merasa menjadi laki-laki paling bahagia hari ini. Akhirnya menikahi wanita yang ia idamkan setelah sekian lama. Bayangkah saja, romantika kebersamaan yang mereka rasakan sejak SMA akan berlanjut hingga ujung usia nanti. Bukankah selalu ada akhir yang manis bagi mereka yang bersabar?

Barakallah Nopal
Berbahagialah hari ini, besok, lusa, selamanya